Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyayangkan insiden cemoohan suporter saat jeda buka puasa untuk umat muslim dalam laga tandang melawan Leeds United. Momen tersebut terjadi ketika pertandingan dihentikan sejenak untuk memberi kesempatan kepada pemain Muslim membatalkan puasa Ramadan. Alih-alih menunjukkan sikap saling menghormati, terdengar suara ejekan dari sebagian tribun yang dinilai tidak mencerminkan semangat sportivitas sepak bola, kutip mono77
Guardiola menegaskan bahwa sepak bola adalah ruang inklusif yang seharusnya menghargai keberagaman latar belakang pemain. Ia memahami bahwa atmosfer pertandingan kerap memanas, namun menurutnya rasa hormat terhadap keyakinan agama tetap harus dijaga. Baginya, memberi waktu beberapa menit untuk berbuka puasa bukanlah gangguan besar terhadap jalannya laga, melainkan bentuk empati terhadap para pemain yang menjalankan ibadah.
Pelatih asal Spanyol itu berharap insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga mengajak semua pihak, baik pemain maupun suporter, untuk menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan. Dalam pandangan Guardiola, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak perbedaan, sehingga sikap saling menghormati harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap pertandingan.